“Ke Luar Jalur”: Puncak Upas, Gn. Tangkuban Perahu

"ahhaha asli kayanya kita manusia langka waa... tapi aku beneran deh, di akhir tahun 2019 tuh aku selalu bilang sama diri sendiri: "you deserve better Octa". Makanya awal tahun aku berani ninggalin zona nyaman aku, mulai dari ninggalin pacar yang menurut aku sudah mulai toxic, terus lingkungan kerja yang memang toxic juga...." Itu adalah kalimat... Continue Reading →

Main Bareng, Bukan Jaim Bareng

"Sekarang kau murid sekolah ini." Kata kepala sekolah setelah ayah menyetujui pembayaran sejumlah uang. Pembayaran yang membuat mimpiku punya sepeda baru kandas. Kata ayah, sekolah baruku ini mahal. Tapi ayah ingin memberiku sekolah terbaik. Hal yang menurutnya tidak bisa ia berikan ketika kami hidup di desa. Kami pun pulang ke apartemen baru ayah. Menerobos hutan... Continue Reading →

“Pemula di Kehidupan” Camping santai di Gambung

"Kita semua adalah pemula dalam kehidupan ini. Tak ada yang terlalu terlambat untuk memulai. Tak ada yang terlalu hancur untuk diperbaiki. Tak ada yang terlalu hina untuk memulai kembali. Kita semua adalah pemula, mari belajar dan memulai." Sabtu ini kami tidak melakukan perjalanan yang semelelahkan sebelum-sebelumnya. Kami ingin lebih santai dan menikmati suasana, dan tentu... Continue Reading →

Oray Tapa? “Siapa Kita?” (catatan perjalanan) Part 2

"Perjalanan, mengajarkan kita mengenal pikiran, tubuh, dan bagaimana mengukur juga menyembuhkan diri sendiri." Jalanan menanjak sudah nampak dari tempat kami makan siang. Sedikit menggetarkan Top. Berharap hanya tinggal menuruni bukit, nyatanya tanjakkan masih setia menanti. Berbeda dengan Top, Octa dan Yanti jauh lebih siap secara fisik untuk perjalanan ini. Energi mereka masih sangat cukup untuk... Continue Reading →

Oray Tapa? “Titik Tertinggi” (Catatan Perjalanan) Part 1

"Jangan berhenti jika kamu lelah, berhentilah ketika sudah selesai!" Tentu ungkapan ini sangat termasyur dan sering kita dengar sebagai ungkapan motivasi. Bahkan dalam berbagai aspek kehidupan. Begitu pula hari ini, dalam perjalanan kami. Namun kami tak ingat dan mengatakan ungkapan ini dalam perjalanan, kami melakukannya. Cuaca pagi ini tenang teduh. Langit putih keabuan sejak fajar... Continue Reading →

Catatan Seorang Teman #1

Warna-warni Dalam 5KM Perjalanan kali ini adalah perjalanan "Apeng" alias apa-apa pengen. Berawal dari irinya gue terhadap postingan-postingan Kak Mamat dan Kak Yanti, mereka berdua beserta 2 orang lainnya hiking minggu sebelumnya. Tulisan keduanya berhasil membuat gue iri, terlebih dengan foto2 yang instagramable. Inilah foto yang membuat saya iri..Hahahaa.. Akhirnya minggu ini gue berhasil juga... Continue Reading →

Titik Akhir; Puncak Eurad (catatan perjalanan)

Saya yakin, salah satu hal terpenting dalam hidup adalah cerita dan perjalanan. Kita lahir dari sebuah cerita dan kita melahirkan cerita-cerita. Kita adalah hasil dari perjalanan, sekaligus menghasilkan perjalanan-perjalanan. Villa Rela Ngantos Maribaya menuju Puncak Eurad (pergi-pulang sekitar 16 km). Itu adalah titik awal dan titik akhir perjalanan kami, sebelum tentu saja kembali ke titik... Continue Reading →

Harum Manis

"Carilah teman sebanyak-banyaknya! Bertemanlah dengan siapa saja!" Itu pesan Bapak setiap kali kumulai tahap baru dalam hidup. Saat ia dan ibu kemudian menitipkanku pada kakek dan nenek. Ketika aku naik ke SMP, lanjut SMA, kemudian di perkuliahan, juga ketika memasuki dunia kerja. Dalam panjang lebar wejangan Bapak di meja makan, selalu muncul menu kalimat; "Carilah... Continue Reading →

Terbakar Utuh

Jejak-jejak malam tak pernah sirna dari taman ini Kepak-kepak burung malam serupa siul pemuda jatuh cinta Rumput-rumput bergegas menari tanpa irama angin sekalipun Rintik-rintik hujan menjenguk dahan sesekali di waktu rindu Tumpuk-tumpuk daun kering tinggal tenang tiada bergeming Cahaya mengucap salam-salam hangat pada pelatarannya Angin-angin persembahkan aroma pemudi jatuh hati Sungguh, taman ini tak pernah... Continue Reading →

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑